Demi UU Keperawatan
Pfh....setelah bertahun-tahun berjuang tuk terwujudnya UU Keperawatan, finally this year sepertinya sudah mulai keliatan perkembangannya. Pada aksi simpatik hari keperawatan dunia 12 Mei lalu di Jogja kita mendapat dukungan dari para pejabat DPD, DPRD tuk segera mewujudkan UU Keperawatan di negeri kita tercinta. Di Ibukota juga tidak kalah hebohnya. But memasuki musim kampanye partai, sepertinya perawat Indonesia kudu berhati-hati. jangan sampai massa perawat yang besar menjadi komoditi politik. Janji dan tawaran partai tuk menggarap UU Keperawatan perlu kita tanggapi dengan cerdas. UU Keperawatan adalah bukan ansih tuk kepentingan perawat, tapi untuk kepentingan rakyat Indonesia seluruhnya dalam mewujudkan patient safety pelayanan kesehatan yang hampir seluruhnya adalah melibatkan tenaga perawat. Selamat bagi para perawat Indonesia semoga perkembangan ini terus berkembang.
Posted by AAPP at 2/01/2009 02:38:00 PM 3 comments Links to this post
SIP vs RN
Ini pengalaman saya ketika pertama kali datang ke negeri yang dikenal dunia sebagai produsen perawa
t. Baru satu minggu saya di Phil, masih belajar mengenal lingkungan sekitar, senangnya bertemu seorang perawat di bis. Kesan saya waktu itu adalah "ini perawat bangga banget kali ya jadi perawat" karena seragam nya yang putih-putih itu tetap dipakainya selama perjalanan. Padahal memakan waktu hampir 3 jam. Kebetulan tujuan kami waktu itu ke tempat yang sama. Selain heran juga "memangnya gak bawa inos tu kemana-mana???"kami saling berkenalan. ketika dia tahu background saya dari Indonesia dan mau belajar disini. Dia mengeluarkan kalimat klarifikasi: berarti saya ini sudah RN di Indonesia, dan mau melanjutkan study disini?
Tiba saatnya mulai aktivitas di kampus. Setiap perkenalan yang saya lakukan dengan teman baru, kembali muncul klarifikasi seperti itu. Ups...mmm...bingung juga jawabnya. Karena disini, sudah bekerja sebagai perawat means sudah lulus board examination dan dapet lah "RN" itu. Semua teman disini punya judul "RN" itu dibelakang namanya. Ah ternyata tidak semua orang tahu bagaimana kondisi Indonesia, tidak semua orang tahu umur keperawatan Indonesia yang masih dalam masa pertumbuhan, banyak orang menganggap semua sistem di semua tempat sama dengan yang berlaku di tempatnya.
Sempet ada teman Indonesia yang menyampaikan "RN kita, ya SIP itu dong." Dalam fungsinya sebagai legalisasi seseorang bisa bekerja sebagai perawat ya mungkin bisa dikatakan sama. Let say, di Indonesia butuh SIP untuk bekerja, di Phil butuh RN. Tapi kalau kita lihat lebih jauh jelas-jelas beda! Untuk mendapatkan RN harus menempuh board examination dulu. Hak-hak dan kewajiban nya pun jelas sebagai RN. Ada sistem regulasi yang jelas. And yang paling penting standar. Di Indonesia semua yang sudah lulus pendidikan perawat bisa dapet SIP. Tidak peduli D3 atau S1, terakreditasi atau tidak.
Yap, memang keperawatan Indonesia masih harus berjuang menata diri sebagai profesi yang establish. Supaya bisa betul-betul dianggap sebagai profesi oleh profesi lain. Diakui atau tidak masih banyak yang memandang sebelah mata profesi perawat di Indonesia. Pertanyaan-pertanyaan seperti: apa peran penting perawat sebenarnya?seberapa besar sumbangan profesi perawat dalam mewujudkan indonesia sehat?mengapa banyak grey area dalam keperawatan?
So Perawat Indonesia, saya pikir kita semua pasti setuju untuk tidak membuat semua hal itu sebagai ancaman yang menghambat. Tapi mari kita jadikan sebagai tantangan tuk terus maju. Demi kesehatan seluruh rakyat Indonesia.
Viva Keperawatan Indonesia
Posted by AAPP at 1/29/2009 03:03:00 PM 0 comments Links to this post
Benarkah Butuh Penelitian?
Faktanya ratusan penelitian telah dilakukan oleh perawat. Baik di pendidikan maupun di klinik. Fakta lain pula bahwa masih banyak praktik keperawatan di Rumah Sakit belum berdasarkan hasil penelitian terbaru. Jadi kemana perginya hasil penelitian yang ratusan itu? Dan fakta lainnya lagi bahwa perawatan pasien tetap bisa berjalan.
Padahal penelitian katanya sebagai batang tubuh sebuah profesi. Wajarlah kalau masih banyak yang mempertanyakan perawat sebagai sebuah profesi.
Namun kita tidak perlu terlalu sedih dengan fakta yang menyedihkan ini :Karena ternyata kita tidak sendirian. Di negara lain juga terjadi fenomena seperti ini. Bahkan di US sekalipun. Hal ini disampaikan oleh salah seorang pembicara dari university of Hawai'i di ajang the First Asia Pasific Conference on Nursing Research September lalu di Manila. Kecepatan perkembangan penelitian di dunia belum diikuti oleh pelayanan keperawatan. Keterbatasan SDM dan fasilitas sering menjadi penyebab.
Namun hal ini menurut saya bukan berarti kita bisa maklum dan tidak begerak. Apalagi melihat keperawatan di Indonesia yang belum punya taring sama sekali. kuat pada basic penelitian akan menunjukkan peran perawat yang besar bagi kemanfaatan masyarakat. bahwa pelayanan keperawatan bukan dilakukan secara asal, melainkan benar-benar berdasarkan penelitian yang terbukti.
Di mata profesi lainpun perawat akan lebih punya harga diri, karena tidak disanksikan lagi, penelitian akan memperkuat body of knowledge sebuah profesi. Jadi, tunggu apalagi? tetaplah lakukan dan melakukan penelitian. Bangun komunitas peneliti, perbanyak diseminasi hasil-hasil penelitian keperawatan kepada teman-teman sejawat. Baca hasil penelitian dari jurnal, or at least hargai dan cintai orang yang melakukan penelitian :-).
Bersama saling dukung untuk kemajuan!!!
Posted by AAPP at 1/01/2009 05:13:00 PM 0 comments Links to this post
Nursing Education
Posted by AAPP at 12/09/2008 04:21:00 AM 0 comments Links to this post
Quality Control In Nursing
Posted by AAPP at 12/09/2008 04:17:00 AM 0 comments Links to this post
Nursing Process
Posted by AAPP at 12/09/2008 04:09:00 AM 0 comments Links to this post